Rabu, 30 Maret 2016

Awal Sebuah Kesuksesan

       Hai gan, udah lama nih ane nggak ngepost ya, kali ini ane akan ngepost pengalaman ane sewaktu awal ane masuk asrama sampai selesai melewati masa orientasi ane. Cekidot!!!

       6 juli 2015 adalah awal dari semuanya ini terjadi, paginya gua belum tau bakalan masuk di ini hari, bokap sama nyokap juga udah pada pergi kerja jadi gua santai aja karena semalam nya gua baru aja sampai di rumah habis melaksanakan pelayanan di salah satu desa yang agak terpencil di Kabupaten Simalungun, yaitu Desa Bahoan. Tiba-tiba sejam dari keberangkatan bokap sama nyokap gua, mereka telepon gua. Terus mereka suruh gua siap-siap buat berangkat ke
asrama, dari semua perlengkapan gua belum punya baju putih polos gan. Gua agak bingung sih, beberapa menit kemudian bokap sama nyokap gua dating pulang dari kantornya, untung nya mereka udah beli tuh baju putih polos. Lalu kami pun berangkat ke SMA Plus Efarina Saribudolok.


    Sesampainya disana kami langsung laporan gan, terus kami diahlihkan ke kooperasi buat beli perlengkapan yang kurang gan. Terus kami pun membeli perlengkapan gua yang kurang. Setelah semuanya selesai gua keliling-keliling sebentar terus gua ketemu salah satu teman gua yang dari SMP (Namanya Jhonfry) gua, dalam hati gua ya gua senang lah gan, soalnya kata orang gua kurang pintar bergaul. Lalu gua Tanya sama dia “berapa lagi yang dari Bintang Timur?” Terus dia jawab “Ada 4 orang lah kita disini; kau, aku, Wendy, sama Albino”. Syukurlah ada 4. Setelah itu gua lanjut keliling-keliling terus gua ketemu sama adik nya teman nyokap gua di kantor, menurut gua dia itu orangnya pandai bergaul, saat gua temui dia, dia pun mengenalkan gua dengan teman-temannya yang baru dia kenal juga, selang waktu akhirnya apel penyerahan siswa ke sekolah pun dilaksanankan, dan apel pun berjalan lancar. Setelah apel penyerah terimaan siswa, kami diberi waktu 5 menit buat lepas dari orang tua. Gua Cuma minta uang saku 150 ribu terus opung gua nambahi 50 ribu lagi jadi uang saku gua 200 ribu.
Setelah semuanya selesai gua dan teman-teman gua langsung aja berangkat ke mess, lalu kami melaksanakan pembagian mess. Untung nya satu mes gua banyak yang gua kenal. Terus kami pun menyusun barang di lemari, setelah selesai kami melaksanakan pembersihan diri. Sedih juga rasanya pertama kali pisah sam orang tua. Sial gan ternyata ada yang harus di beli gan dan ternyata uang gua kurang gan, terpaksa deh gua ngutang sama teman gua. 3 hari berlalu di wilayah kesatriaan Efarina.

       8 Juli 2015, kami pun persiapan mau berangkat ke Rindam I/BB dengan menggunakan mobil tentara dari Rindam I/BB dan Yonif 122 lalu kami pun berangkat. Setelah sampai di Rindam I/BB perut gua terasa ngisap gan, sial rasanya sakit gan. Lalu Kepala Sekolah kami (pada saat itu Letkol Inf. Yohanes Raymond Purba) menyerahkan kami kepada WaDan Bela Negara kalau gua nggak salah, lalu tanggal 11 kami pun melaksanakan penyerahterimaan secara resmi dari Bapak JR Saragih (Pendiri Yayasan) kepada DanRindam I/BB. Saat Upacara beberapa teman gua pingsan gan maklum lah belum punya mental, fisik dan disiplin gan. Setelah selesai Upacara baru kami semua akan merasakan Pembinaan Mental Fisik dan Disiplin yang sebenarnya gan.

      Hari demi hari gua jalani bersama teman-teman gua. Cara makan yang benar, berbaris yang benar, melakukan perpindahan tempat harus berbaris dan bernyanyi, cara menyusun pakaian di dalam lemari, susunan sepatu yang benar, dan masih banyak lagi pelajaran yang kami dapat darisana. Hingga suatu malam salah satu kejadian aneh mengawali semua kejadiaan aneh yang gua dengar dan saksikan, maklum tu bangunan bekas peninggalan Belanda gan. Mulai dari ada dua orang teman gua sedang lari-lari pada malam hari di dekat jemuran, salah seorangnya melewati jemuran gan tapi yang satu nya berlari dan lehernya terkait di jemuran itu gan (namanya PDS), padahal dia larinya sambil bungkukin badannya loh gan karena dia tau di depannya ada jemuran, terus yang satunya lagi ngelihat kebelakang rupanya temannya lari udah kecelakaan gituan gan, terus si PDS ini pun berusaha buat ngelepasin tuh kawat jemuran dari lehernya dan ternyata lehernya tersayat sedikit, untung aja dia selamat gan, terus yang kedua, salah satu teman gua di kompi A dia kerasukan gan tapi salah satu teman gua yang asalnya dari Nias sudah mengatasinya. Dan yang selanjutnya gua alami sewaktu gua jaga serambi (gua dengar-dengar sih kalau malam malam biasanya ada tukang jualan yang illegal seorang nenek-nenek dan biasanya kalau kita beli barang dia kita bias-bisa terhipnotis dan ikut sama dia mereka sih menyebutnya nenek rider), karena gua dan teman jaga gua malas jaga di depan barak atau pun di dalam barak kami pun bersilahturahmi ke barak di kompi sebelah ohiya sebelum nya barak gua ini disebut-sebut sebagai barak terangker dari semua barak yang kami gunakan tapi gua gak takut gan karena gua tau Tuhan selalu bersama gua. Saat kami ke barak sebelah rupanya para jaga serambi dari kompi gua juga di situ semua lagi cerita-cerita gan, kami berdua pun bergabung. Saat kami cerita-cerita kami mendengar seperti ada benda jatuh, terus kami lihat kesamping kamar mandi ternyata ada seperti putih-putih lewat dari kamar mandi dan menyusuri ke kamar mandi kamar mandi berikutnya, lalu kami semua pun mengejar bayangan putih itu, lalu beberapa orang beralih arah ke mess komandan buat beri laporan, si komandan pun menyuruh kami untuk mengejar dan menangkap nya, tapi sayang gan gua dan teman-teman jaga gua nggak berhasil mendapatkannya, ntah apa yang barusan gua dan teman-teman gua lihat, ini membingungkan gan. Dan selanjutnya gan ini yang paling seram, di saat teman putri kami pada keserupan masal,  bermula dari salah satu orang putri dan berujung menjadi keserupan massal, di situ kami yang nasrani bernyanyi lagu rohani dan yang muslim membaca ayat kursi, lama juga sih proses mengusir tu setan gan. Selang waktu berjalan dipanggillah ustad dan pendeta untuk mengusir para setan-setan ini. Dan akhirnya pun setan-setan itu pergi dari pengungsiannya yang beralamat di tubuh rekan rekan gua.

      Sekarang gua akan ceritain tentang sewaktu kami Ceraka Malam gan, sebelumnya kami baru saja melaksanakan outbound yang akan kam lanjut ke ceraka malam. Pembagian regu pun dilakukan, lalu di regu gua, gua menjadi yang paling depan (wihh… seram bro…), apalagi sebelumnya gua baru aja lihat sebuah sosok merah mirip cepot yang sedang duduk di sebuah sopo sambil ngelihatin kami persiapan ceraka malam. Perjalanan regu gua pun dimulai, dengan perlahan gua berjalan sambil memerhatikan regu yang diluan biar udah tau dimana aja ada setannya gan. Hantu pertama ialah seorang komandan yang sering berkata “ada bayangan?” dia menyamar menjadi setan sambil megang tongkat, sampai di tengah perjalanan kami bertemu ada 3 regu dan berhenti di tempat itu karena petunjuk arah kurang jelas. Lalu kami pun tiarap dan merayap maju karena kami sangsi melihat sekeliling. Lalu kami menerima kode bahwa kami nggak boleh merayap di situ karena ditakutkan ada ular, dan kami pun melanjutkan perjalanan. Setelah kami melaksanakan ceraka malam kami melaksanakan sebuah upacara di ketinggian yang gua lupa nama upacaranya gan, tapi suasananya kami upacara didalam kegelapan. Gak nampak apa-apa gan.

       Sudah tiba lah saat-saat yang ditunggu untuk kembali ke wilayah kesatrian (Rumah Kita Lembah Biru Gunung Singgalang). Saat apel persiapan keberangkatan ke Efarina gan, hal mistis pun terjadi kembali, salah seorang teman gua keserupan kembali, akhirnya Pembina pun berupaya keras untuk mengusir kembali si setan dari pengungsiannya. Dan akhirnya tuh setan pun minggat. Kami pun dapat melanjutkan perjalanan.
Sampai di sekolah, karena masih masa orientasi kami pun berbaris di depan gerbang lalu berjalan jongkok ke wilayah kesatriaan efarina. Aduh capek juga gan jalan jongkok mala perut ngisap lagi gan plus aspalnya dipenuhi ludah pula, lalu kami melaksanakan apel serah terima dari Rindam I/BB kepada SMA Plus Efarina dan SMK Plus Kesehatan Efarina. Setelah itu kami pun diarahkan ke barak, untung di kantong gua ada biskuat jadi gua makan buat ngeganjal ngisap nya perut gua. Setelah sampai di barak kami pun dibagikan barak masing masing. Setelah itu salah satu senior gua menemui gua yang ternyata gereja kami satu resort, gua teringat saat dia dulu pernah nanya-nanyai teman gereja gua karena dia naksir. Lumayan ni udah ada kenalan senior ternyata gan. Cukup banyak juga sih gua dan teman-teman gua dapat bantuan dari dia.
Selama kami di Efarina melaksanakan orientasi nggak terlalu banyak pengalaman menarik sih gan karena kami hanya melaksanakan persiapan untuk pertunjukan kepada tamu saat pengukuhan kami nanti. Langsung ke Pembaretan aja ya gan.

         19 Agustus 2015 adalah hari bersejarah bagi almamater gua, disana kami melepas masa orientasi kami. Jam 04.00 kami dibangunkan dengan cara brutal gan, karena kami akan melaksanakan pembaretan gan, kami baris di depan mess Pembina lalu berangkat ke gedung simalungun dengan semangat kami berjalan jongkok ke gedung simalungun gan, ya namanya juga pembaretan ya kami di kerjai sama senior lah gan. Setelah dari gedung simalungun kami berjalan jongkok lagi ke lapangan sepak bola gan. Sesampainya disana kami pun dibariskan lalu kami ditiarapkan, lalu marayap mencari baret, kami berusaha keras mencari baret dengan merayap, merayap punggung. Dan akhirnya pembaretan pun selesai dengan harapan setiap taruna/i akan dilaksanakan IB selesai upacara penutupan orientasi. Setelah selesai pembaretan kami pun kembali ke barak untuk melaksanakan pembersihan diri di barak. Lalu kami sarapan, selesai sarapan kami berangkat ke Daerah Persiapan. Sudah banyak terlihat tamu yang datang termasuk Suster Kepala Sekolah gua sewaktu SMP. Dan acara pun dimulai DanRindam I/BB sebagai hiruk pada saat itu. Upacara pun berjalan sangat hikmat. Selesai Upacara, berbagai pertunjukan/demonstrasi pun dilaksanakan. Seusai Demonstrasi kami di bariskan sebelumnya muka kami sudah di poles loreng sebelum upacara tadi. Dan kami pun baris di depan panggung utama, lalu bapak JR Saragih, mengumumkan taruna/I yang berrestasi sewaktu masa orientasi. Lalu semua orang tua siswa dipanggil untuk masuk kelapangan dan mencari anak nya masing masing, wih… ngeri gua gan, ngelihat nyokap gua bolak-balik 3 kali di depan gua karena kami gak bias gerak gan sebelum orang tua kami menemukan kami. Akhirnya gua ketemu juga dengan nyokap gua gan, lalu gua peluk nyokap gua, dan melepas rindu gan, ya sama seperti teman gua yang lain kami pun menangis (jangan salah gan, laki-laki juga bias nangis gan). Lalu kami diberi waktu untuk makan siang bersama orang tua dan keluarga kami gan. Akhirnya gua pun ketemu dengan kedua orang tua gua, adik gua, dan bapa tongah gua. Lalu kami pun makan siang gan, banyak juga makanan dibawa bokap sama nyokap gua gan. Selang waktu bel pun berbunyi dan kami pun kembali berbaris untuk kembali melaksanakan pembersihan, setelah itu kami disuruh memakai PDU lalu dibariskan kembali. Pak JR Saragih pun memberi pengarahan kepada kami dan orang tua, lalu kami disuruh mengajak saudara asuh kami untuk dikenalkan kepada orang tua kami. Setelah itu dengan semangat berharapnya ada IB kamipun membawa saudara asuh kami masing-masing gan. Dan beberapa jam kemudian bel kembali berbunyi sebagai tanda perpisahan dengan orang tua sampai ketemu minggu depan kalau orang tua mau melaksanakan kunjungan. Rasa kesal berada di hati para taruna/I karena nggak ada IB gan. Setelah itu kami pun kembali ke barak dan menggantikan baju untuk melaksanakan korvei atau pembersihan pekarangan sekolah dan asrama.



      Dan inilah kisah gua bersama taruna/i Efarina lainnya saat masa orientasi kami gan, rindu orang tua, teman, sahabat, saudara, dan pacar gua alami disini sob. Demi masa depan gua nantinya. Terima kasih telah mengunjungi blog saya gan. 

8 komentar:

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com