Hai gan, udah
lama nih ane nggak ngepost ya, kali ini ane akan ngepost pengalaman ane sewaktu
awal ane masuk asrama sampai selesai melewati masa orientasi ane. Cekidot!!!
6 juli 2015 adalah
awal dari semuanya ini terjadi, paginya gua belum tau bakalan masuk di ini
hari, bokap sama nyokap juga udah pada pergi kerja jadi gua santai aja karena
semalam nya gua baru aja sampai di rumah habis melaksanakan pelayanan di salah
satu desa yang agak terpencil di Kabupaten Simalungun, yaitu Desa Bahoan.
Tiba-tiba sejam dari keberangkatan bokap sama nyokap gua, mereka telepon gua.
Terus mereka suruh gua siap-siap buat berangkat ke
asrama, dari semua
perlengkapan gua belum punya baju putih polos gan. Gua agak bingung sih,
beberapa menit kemudian bokap sama nyokap gua dating pulang dari kantornya,
untung nya mereka udah beli tuh baju putih polos. Lalu kami pun berangkat ke
SMA Plus Efarina Saribudolok.
Sesampainya
disana kami langsung laporan gan, terus kami diahlihkan ke kooperasi buat beli perlengkapan
yang kurang gan. Terus kami pun membeli perlengkapan gua yang kurang. Setelah
semuanya selesai gua keliling-keliling sebentar terus gua ketemu salah satu
teman gua yang dari SMP (Namanya Jhonfry) gua, dalam hati gua ya gua senang lah
gan, soalnya kata orang gua kurang pintar bergaul. Lalu gua Tanya sama dia
“berapa lagi yang dari Bintang Timur?” Terus dia jawab “Ada 4 orang lah kita
disini; kau, aku, Wendy, sama Albino”. Syukurlah ada 4. Setelah itu gua lanjut
keliling-keliling terus gua ketemu sama adik nya teman nyokap gua di kantor,
menurut gua dia itu orangnya pandai bergaul, saat gua temui dia, dia pun
mengenalkan gua dengan teman-temannya yang baru dia kenal juga, selang waktu
akhirnya apel penyerahan siswa ke sekolah pun dilaksanankan, dan apel pun
berjalan lancar. Setelah apel penyerah terimaan siswa, kami diberi waktu 5
menit buat lepas dari orang tua. Gua Cuma minta uang saku 150 ribu terus opung
gua nambahi 50 ribu lagi jadi uang saku gua 200 ribu.
Setelah semuanya
selesai gua dan teman-teman gua langsung aja berangkat ke mess, lalu kami
melaksanakan pembagian mess. Untung nya satu mes gua banyak yang gua kenal.
Terus kami pun menyusun barang di lemari, setelah selesai kami melaksanakan
pembersihan diri. Sedih juga rasanya pertama kali pisah sam orang tua. Sial gan
ternyata ada yang harus di beli gan dan ternyata uang gua kurang gan, terpaksa
deh gua ngutang sama teman gua. 3 hari berlalu di wilayah kesatriaan Efarina.
8 Juli 2015,
kami pun persiapan mau berangkat ke Rindam I/BB dengan menggunakan mobil
tentara dari Rindam I/BB dan Yonif 122 lalu kami pun berangkat. Setelah sampai
di Rindam I/BB perut gua terasa ngisap gan, sial rasanya sakit gan. Lalu Kepala
Sekolah kami (pada saat itu Letkol Inf. Yohanes Raymond Purba) menyerahkan kami
kepada WaDan Bela Negara kalau gua nggak salah, lalu tanggal 11 kami pun
melaksanakan penyerahterimaan secara resmi dari Bapak JR Saragih (Pendiri
Yayasan) kepada DanRindam I/BB. Saat Upacara beberapa teman gua pingsan gan
maklum lah belum punya mental, fisik dan disiplin gan. Setelah selesai Upacara
baru kami semua akan merasakan Pembinaan Mental Fisik dan Disiplin yang
sebenarnya gan.
Hari demi hari
gua jalani bersama teman-teman gua. Cara makan yang benar, berbaris yang benar,
melakukan perpindahan tempat harus berbaris dan bernyanyi, cara menyusun
pakaian di dalam lemari, susunan sepatu yang benar, dan masih banyak lagi
pelajaran yang kami dapat darisana. Hingga suatu malam salah satu kejadian aneh
mengawali semua kejadiaan aneh yang gua dengar dan saksikan, maklum tu bangunan
bekas peninggalan Belanda gan. Mulai dari ada dua orang teman gua sedang
lari-lari pada malam hari di dekat jemuran, salah seorangnya melewati jemuran
gan tapi yang satu nya berlari dan lehernya terkait di jemuran itu gan (namanya
PDS), padahal dia larinya sambil bungkukin badannya loh gan karena dia tau di
depannya ada jemuran, terus yang satunya lagi ngelihat kebelakang rupanya
temannya lari udah kecelakaan gituan gan, terus si PDS ini pun berusaha buat
ngelepasin tuh kawat jemuran dari lehernya dan ternyata lehernya tersayat
sedikit, untung aja dia selamat gan, terus yang kedua, salah satu teman gua di
kompi A dia kerasukan gan tapi salah satu teman gua yang asalnya dari Nias
sudah mengatasinya. Dan yang selanjutnya gua alami sewaktu gua jaga serambi
(gua dengar-dengar sih kalau malam malam biasanya ada tukang jualan yang
illegal seorang nenek-nenek dan biasanya kalau kita beli barang dia kita
bias-bisa terhipnotis dan ikut sama dia mereka sih menyebutnya nenek rider),
karena gua dan teman jaga gua malas jaga di depan barak atau pun di dalam barak
kami pun bersilahturahmi ke barak di kompi sebelah ohiya sebelum nya barak gua
ini disebut-sebut sebagai barak terangker dari semua barak yang kami gunakan
tapi gua gak takut gan karena gua tau Tuhan selalu bersama gua. Saat kami ke
barak sebelah rupanya para jaga serambi dari kompi gua juga di situ semua lagi
cerita-cerita gan, kami berdua pun bergabung. Saat kami cerita-cerita kami
mendengar seperti ada benda jatuh, terus kami lihat kesamping kamar mandi
ternyata ada seperti putih-putih lewat dari kamar mandi dan menyusuri ke kamar
mandi kamar mandi berikutnya, lalu kami semua pun mengejar bayangan putih itu,
lalu beberapa orang beralih arah ke mess komandan buat beri laporan, si
komandan pun menyuruh kami untuk mengejar dan menangkap nya, tapi sayang gan
gua dan teman-teman jaga gua nggak berhasil mendapatkannya, ntah apa yang
barusan gua dan teman-teman gua lihat, ini membingungkan gan. Dan selanjutnya
gan ini yang paling seram, di saat teman putri kami pada keserupan masal, bermula dari salah satu orang putri dan
berujung menjadi keserupan massal, di situ kami yang nasrani bernyanyi lagu
rohani dan yang muslim membaca ayat kursi, lama juga sih proses mengusir tu
setan gan. Selang waktu berjalan dipanggillah ustad dan pendeta untuk mengusir
para setan-setan ini. Dan akhirnya pun setan-setan itu pergi dari
pengungsiannya yang beralamat di tubuh rekan rekan gua.
Sekarang gua
akan ceritain tentang sewaktu kami Ceraka Malam gan, sebelumnya kami baru saja
melaksanakan outbound yang akan kam lanjut ke ceraka malam. Pembagian regu pun
dilakukan, lalu di regu gua, gua menjadi yang paling depan (wihh… seram bro…),
apalagi sebelumnya gua baru aja lihat sebuah sosok merah mirip cepot yang
sedang duduk di sebuah sopo sambil ngelihatin kami persiapan ceraka malam.
Perjalanan regu gua pun dimulai, dengan perlahan gua berjalan sambil
memerhatikan regu yang diluan biar udah tau dimana aja ada setannya gan. Hantu
pertama ialah seorang komandan yang sering berkata “ada bayangan?” dia menyamar
menjadi setan sambil megang tongkat, sampai di tengah perjalanan kami bertemu
ada 3 regu dan berhenti di tempat itu karena petunjuk arah kurang jelas. Lalu
kami pun tiarap dan merayap maju karena kami sangsi melihat sekeliling. Lalu
kami menerima kode bahwa kami nggak boleh merayap di situ karena ditakutkan ada
ular, dan kami pun melanjutkan perjalanan. Setelah kami melaksanakan ceraka
malam kami melaksanakan sebuah upacara di ketinggian yang gua lupa nama
upacaranya gan, tapi suasananya kami upacara didalam kegelapan. Gak nampak
apa-apa gan.
Sudah tiba lah
saat-saat yang ditunggu untuk kembali ke wilayah kesatrian (Rumah Kita Lembah
Biru Gunung Singgalang). Saat apel persiapan keberangkatan ke Efarina gan, hal
mistis pun terjadi kembali, salah seorang teman gua keserupan kembali, akhirnya
Pembina pun berupaya keras untuk mengusir kembali si setan dari pengungsiannya.
Dan akhirnya tuh setan pun minggat. Kami pun dapat melanjutkan perjalanan.
Sampai di
sekolah, karena masih masa orientasi kami pun berbaris di depan gerbang lalu
berjalan jongkok ke wilayah kesatriaan efarina. Aduh capek juga gan jalan
jongkok mala perut ngisap lagi gan plus aspalnya dipenuhi ludah pula, lalu kami
melaksanakan apel serah terima dari Rindam I/BB kepada SMA Plus Efarina dan SMK
Plus Kesehatan Efarina. Setelah itu kami pun diarahkan ke barak, untung di
kantong gua ada biskuat jadi gua makan buat ngeganjal ngisap nya perut gua.
Setelah sampai di barak kami pun dibagikan barak masing masing. Setelah itu
salah satu senior gua menemui gua yang ternyata gereja kami satu resort, gua
teringat saat dia dulu pernah nanya-nanyai teman gereja gua karena dia naksir.
Lumayan ni udah ada kenalan senior ternyata gan. Cukup banyak juga sih gua dan
teman-teman gua dapat bantuan dari dia.
Selama kami di
Efarina melaksanakan orientasi nggak terlalu banyak pengalaman menarik sih gan
karena kami hanya melaksanakan persiapan untuk pertunjukan kepada tamu saat
pengukuhan kami nanti. Langsung ke Pembaretan aja ya gan.
19 Agustus 2015
adalah hari bersejarah bagi almamater gua, disana kami melepas masa orientasi
kami. Jam 04.00 kami dibangunkan dengan cara brutal gan, karena kami akan
melaksanakan pembaretan gan, kami baris di depan mess Pembina lalu berangkat ke
gedung simalungun dengan semangat kami berjalan jongkok ke gedung simalungun
gan, ya namanya juga pembaretan ya kami di kerjai sama senior lah gan. Setelah
dari gedung simalungun kami berjalan jongkok lagi ke lapangan sepak bola gan.
Sesampainya disana kami pun dibariskan lalu kami ditiarapkan, lalu marayap
mencari baret, kami berusaha keras mencari baret dengan merayap, merayap
punggung. Dan akhirnya pembaretan pun selesai dengan harapan setiap taruna/i
akan dilaksanakan IB selesai upacara penutupan orientasi. Setelah selesai
pembaretan kami pun kembali ke barak untuk melaksanakan pembersihan diri di
barak. Lalu kami sarapan, selesai sarapan kami berangkat ke Daerah Persiapan.
Sudah banyak terlihat tamu yang datang termasuk Suster Kepala Sekolah gua
sewaktu SMP. Dan acara pun dimulai DanRindam I/BB sebagai hiruk pada saat itu.
Upacara pun berjalan sangat hikmat. Selesai Upacara, berbagai
pertunjukan/demonstrasi pun dilaksanakan. Seusai Demonstrasi kami di bariskan
sebelumnya muka kami sudah di poles loreng sebelum upacara tadi. Dan kami pun
baris di depan panggung utama, lalu bapak JR Saragih, mengumumkan taruna/I yang
berrestasi sewaktu masa orientasi. Lalu semua orang tua siswa dipanggil untuk
masuk kelapangan dan mencari anak nya masing masing, wih… ngeri gua gan,
ngelihat nyokap gua bolak-balik 3 kali di depan gua karena kami gak bias gerak
gan sebelum orang tua kami menemukan kami. Akhirnya gua ketemu juga dengan
nyokap gua gan, lalu gua peluk nyokap gua, dan melepas rindu gan, ya sama
seperti teman gua yang lain kami pun menangis (jangan salah gan, laki-laki juga
bias nangis gan). Lalu kami diberi waktu untuk makan siang bersama orang tua
dan keluarga kami gan. Akhirnya gua pun ketemu dengan kedua orang tua gua, adik
gua, dan bapa tongah gua. Lalu kami pun makan siang gan, banyak juga makanan
dibawa bokap sama nyokap gua gan. Selang waktu bel pun berbunyi dan kami pun
kembali berbaris untuk kembali melaksanakan pembersihan, setelah itu kami
disuruh memakai PDU lalu dibariskan kembali. Pak JR Saragih pun memberi
pengarahan kepada kami dan orang tua, lalu kami disuruh mengajak saudara asuh
kami untuk dikenalkan kepada orang tua kami. Setelah itu dengan semangat
berharapnya ada IB kamipun membawa saudara asuh kami masing-masing gan. Dan
beberapa jam kemudian bel kembali berbunyi sebagai tanda perpisahan dengan
orang tua sampai ketemu minggu depan kalau orang tua mau melaksanakan
kunjungan. Rasa kesal berada di hati para taruna/I karena nggak ada IB gan.
Setelah itu kami pun kembali ke barak dan menggantikan baju untuk melaksanakan
korvei atau pembersihan pekarangan sekolah dan asrama.
Dan inilah kisah
gua bersama taruna/i Efarina lainnya saat masa orientasi kami gan, rindu orang tua, teman, sahabat, saudara, dan pacar gua alami disini sob. Demi masa depan gua nantinya. Terima kasih
telah mengunjungi blog saya gan.




Weilahhh
BalasHapuswailahhh
HapusAww terharuu ��
BalasHapusawuawu
Hapusnyesel w baca blog nya tengah malam, ada cerita horornya��
BalasHapusasal ga nyesel berkunjung deh
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapusengga sih,
Hapuskan kunjungannya ga salah alamat