Tabik!
Ibarat
sebuah anak panah yang ditarik sekuat tenaga lalu dilepas dan melucur lurus
menuju satu titik fokus. Sama hal nya dengan kehidupan yang bertumbuh didalam
rohani. Manusia akan dihadapkan dengan banyaknya masalah yang akan membentuknya
menjadi manusia yang benar benar manusia sesuai kehendak-Nya.
15
februari 2019 adalah hari dimana KMKS melaksanakan
retret di sibolangit.
Keberangkatan dibagi menjadi dua trip, yaitu trip siang dan trip malam. Saya
sudah merencanakan untuk mengikuti trip siang awalnya. Hanya saja jadwal kuliah
yang belum lama masuk kebetulan mengadakan jadwal pkrs terakhir di hari itu,
itu artinya saya harus menunda keberangkatan siang ke sibolangit. Padahal kakak
PKK saya sudah memasakkan makan siang untuk saya dan kawan saya wirandy.
Menunggu
malam kami pun kembali kost dan akhirnya ketiduran, saat bangun jam sudah
menunjukkan pukul 5 sore padahal keberangkatan jam 6 dan saya sama sekali belum
packing. Terburu buru packing membuat saya menyadari bahwa ada hal yang belum
saya siapkan dan harus dibeli terlebih dahulu. Akhirnya mengejar waktu saya pun
segera ke mini market untuk segera melengkapi peralatan saya.
Jam
6 kurang saya pun sampai di sekret sebagai titik kumpul kami, bis belum satupun
datang saat itu dan kami benar benar menunggu cukup lama, karena bukan Cuma bis
yang terlambat, tetapi juga kawan kawan yang mengagumkan. Jam 7 lewat baru kami
dapat bergerak menuju Sibolangit dengan kondisi jalanan yang cukup padat.
Dikarenakan padatnya lalu lintas dan keterlambatan keberangkatan, kami pun
sampai di rumah retret sibolangit sekitar jam 9 kurang. Supaya tidak mengganggu
kawan kawan yang sedang kebaktian karena suara bis yang cukup ribut, kami pun
berhenti dan turun agak jauh dari jambur (sebuah balai mengadakan acara dalam
bahasa karo). Kami menuju ruang makan untuk segera makan malam dan segera
bergabung dengan kawan kawan yanh sudah diluan tadinya. Selesai makan malam
kami bergabung dengan kegiatan selanjutnya “Kelompok Sel”. Mencari kelompok dan
akhirnya dapat, banyak orang mengagumkan di kelompok ini. Ada kawan yang sudah
saya kenal sejak saya disiantar Timmoty Hutapea, ada kawan kawan yang baru saja
saya kenal kak Marbunga Simanullang, Riska Tarigan, bang Julifer Immanuel,
teman PKPIPA saya kak Dara Sembiring, Bang Jones Siagian, bang Frederick
Pakpahan, dan PKK nya bang Wendy Girsang. Uniknya kelompok sel ini dihuni oleh
sebagian besar orang yang berasal dari siantar. Selesai kegiatan kelompok sel
yang sepertinya bertujuan untuk mereview sesi 1, kami berjalan menuju mess
untuk beristirahat. Seperti biasanya ketika laki laki berkumpul tak akan
mungkin jam tidur langsung dipakai untuk tidur. Banyak cerita yang dimulai
terlebih dahulu untuk menghangatkan suasana, dan benar kawan kawan disini
sangat mengagumkan. Setelah selesai menghangatkan suasana, kamipun masuk ke
kamar masing masing. Saya sekamar dengan bang Youri, bang Jonas, bang Mangido,
kawan SMA saya Gideon dan timmoty.
Ufuk
mulai menghiasi langit pagi ini ketika kami peserta harus berjuang melawan
malas ditengah kedinginan. Di kamar kami menyatukan 2 tempat tidur untuk
dijadikan tempat kami bersaat teduh bersama. Disitu saya mulai merasakan
kehangatan kawan kawan yang luar biasa, ditambah lagi bang Jonas memberikan
kami adik adik nya motivasi kala itu. Selesai saat teduh dengan waktu yang
sudah mepet kami semua bergegas membersihkan diri, melawan dinginnya pagi agar
bisa segera bergabung dengan kawan kawan dijambur. Selesai berbenah diri, saya
menunggu kawan kawan yang lain agar kami bisa bersama pergi ke jambur, padahal
sudah sangat telat. Kami berjalan kejambur sambil bercengkrama untuk
menghangatkan suasana. Dijambur kami mulai kegiatan dengan morning pray sebagai
ucapan syukur bisa melanjutkan kegiatan kami hari ini. Setelah selesai morning
pray kami menuju ruang makan untuk mengisi perut yang sedari tadi mulai
berontak membutuhkan asupan makanan, wajar saja ini daerah dingin, lapar cepat
datang. Setelah selesai makan kami lanjut ke sesi berikutnya, sulit sekali
rasanya harus berjuang melawan kantuk agar bisa menikmati sesi demi sesi. Saat
sesi tea time saya bersama kawan saya wirandy, hingga salah seorang berkata
kepada kakak PKK kami kalau kami selalu bersama. Saya pun merasa dan mencoba
mengakrabkan diri dengan kawan kawan disana, sulit memang saya rasa mengingat
keheningan adalah teman akrab saya. Sesi berlanjut hingga makan siang tiba
barulah saya mulai bisa mengakrabkan diri dengan orang orang disana. Setelah selesai
makan siang dan selesai sesi selanjutnya kami bergegas kembali ke mess karena
waktu yang sudah sangat molor, seperti biasa tradisi orang batak pada umumnya
adalah telat, ntah kenapa tradisi ini harus dipertahankan sampai ada acara game
yang harus dibatalkan. Selesai berbenah diri di mess kami menuju ruang makan
untuk makan malam, dan kembali melanjutkan sesi. Setelah selesai sesi kami
masuk ke game dan api unggun. Setiap kelompok diwajibkan membuat yel yel nya
masing masing. Yel yel pun bergema di acara api unggun, dan pastinya kami jadi
juaranya, mengelilingi api unggun dengan bernyanyi cukup membuat senang, hanya
saja sangat disayangkan api unggun yang mungkin masih bisa bertahan 20 menit
lagi kami tinggalkan begitu saja untuk masuk ke game selanjutnya. Game
selanjutnya diberi nama Raja dan Ratu, game ini ditugaskan untuk menari sesuatu
(bukan saya ya) menurut petunjuk yang disediakan oleh panitia. Disini kelompok
saya kalah, kami gagal membaca petunjuk dan menemukan mahkotanya. Setelah game
yang mengakrabkan selesai kami semua menuju mess untuk jam tidur. Lagi lagi
seperti biasanya ketika laki laki berkumpul di jam tidur, kami tidak tidur.
Saya masuk kekamar wirandy dan berkenalan dengan seorang alumni yang bekerja di
BPJS, saya lupa nama beliau. Setelah selesai bercengkrama saya bergabung dengan
diskusi kawan kawan diruang tamu mess, dari politik, ekonomi sampai hukum
diperdebatkan disistu, lumayan dapat ilmu pikir saya. Diskusi kami dibubarkan
oleh kawan yang dengan nada bercandanya mengatkan mereka merasa terganggu. Kami
masuk kekamar masing masing dan beristirahat.
Ufuk
kembali menyerang kemalasan kami untuk segera memulai aktivitas kami pada hari
ini. Seperti semalam, kami memulai hari ini dengan saat teduh bersama lalu
berbenah diri, bedanya dengan semalam pagi ini terasa jauh lebih dingin.
Selesai berbenah kami berkumpul menunggu kawan kawan di teras mess untuk agar
kami bisa berangkat bersama dan lagi lagi kami terlambat. Memulai lagi dengan
morning pray lalu makan dan memulai ibadah minggu. Selesai ibadah minggu kami
kembali ke mess untuk packing semua barang barang. Setelah selesai packing kami
mengadakan evaluasi kami makan siang
lalu masuk ke sesi terakhir dari ret ret ini. Usai sesi terakhir ada
namanya ROS dimana kita mencari tempat tenang untuk merenung secara pribadi.
Disini saya benar benar menemukan tempat yang tepat, tenang sekali. Setelah
selesai kami masuk ke acara closing dibarengi pembagian hadiah dari game.
Sebelum pulang kami kembali menyicipi makanan yang disediakan oleh pihak
pengelola. Diperjalanan pulang kami ditemani oleh derai air hujan dan kemacetan
yang cukup panjang, memngingat besok masuk cepat dan badan sudah capek, tidur
sepanjang perjalanan adalah pilihan yang saya rasa sangat tepat. Kami sampai di
sekret dan pulang kekost kami masing masing.
Kita
terlalu sering menganggap pekerjaan yang kita lakukan hanyalah untuk memenuhi
kebutuhan kita sehingga kita lupa untuk meluangkan waktu untuk bersekutu
denganNYa, padahal pekerjaan kita itu adalah anugerah. Bertumbuhlah dan
melesatlah seperti anak panah yang terfokus pada satu tujuan, karena anak panah
ada di tangan Pahlawan.
Salam Literasi!





0 komentar:
Posting Komentar