Jumat, 05 April 2019

Generation Of Arrows

Tabik!
                Ibarat sebuah anak panah yang ditarik sekuat tenaga lalu dilepas dan melucur lurus menuju satu titik fokus. Sama hal nya dengan kehidupan yang bertumbuh didalam rohani. Manusia akan dihadapkan dengan banyaknya masalah yang akan membentuknya menjadi manusia yang benar benar manusia sesuai kehendak-Nya.
                15 februari 2019 adalah hari dimana KMKS melaksanakan
retret di sibolangit. Keberangkatan dibagi menjadi dua trip, yaitu trip siang dan trip malam. Saya sudah merencanakan untuk mengikuti trip siang awalnya. Hanya saja jadwal kuliah yang belum lama masuk kebetulan mengadakan jadwal pkrs terakhir di hari itu, itu artinya saya harus menunda keberangkatan siang ke sibolangit. Padahal kakak PKK saya sudah memasakkan makan siang untuk saya dan kawan saya wirandy.
                Menunggu malam kami pun kembali kost dan akhirnya ketiduran, saat bangun jam sudah menunjukkan pukul 5 sore padahal keberangkatan jam 6 dan saya sama sekali belum packing. Terburu buru packing membuat saya menyadari bahwa ada hal yang belum saya siapkan dan harus dibeli terlebih dahulu. Akhirnya mengejar waktu saya pun segera ke mini market untuk segera melengkapi peralatan saya.

                Jam 6 kurang saya pun sampai di sekret sebagai titik kumpul kami, bis belum satupun datang saat itu dan kami benar benar menunggu cukup lama, karena bukan Cuma bis yang terlambat, tetapi juga kawan kawan yang mengagumkan. Jam 7 lewat baru kami dapat bergerak menuju Sibolangit dengan kondisi jalanan yang cukup padat. Dikarenakan padatnya lalu lintas dan keterlambatan keberangkatan, kami pun sampai di rumah retret sibolangit sekitar jam 9 kurang. Supaya tidak mengganggu kawan kawan yang sedang kebaktian karena suara bis yang cukup ribut, kami pun berhenti dan turun agak jauh dari jambur (sebuah balai mengadakan acara dalam bahasa karo). Kami menuju ruang makan untuk segera makan malam dan segera bergabung dengan kawan kawan yanh sudah diluan tadinya. Selesai makan malam kami bergabung dengan kegiatan selanjutnya “Kelompok Sel”. Mencari kelompok dan akhirnya dapat, banyak orang mengagumkan di kelompok ini. Ada kawan yang sudah saya kenal sejak saya disiantar Timmoty Hutapea, ada kawan kawan yang baru saja saya kenal kak Marbunga Simanullang, Riska Tarigan, bang Julifer Immanuel, teman PKPIPA saya kak Dara Sembiring, Bang Jones Siagian, bang Frederick Pakpahan, dan PKK nya bang Wendy Girsang. Uniknya kelompok sel ini dihuni oleh sebagian besar orang yang berasal dari siantar. Selesai kegiatan kelompok sel yang sepertinya bertujuan untuk mereview sesi 1, kami berjalan menuju mess untuk beristirahat. Seperti biasanya ketika laki laki berkumpul tak akan mungkin jam tidur langsung dipakai untuk tidur. Banyak cerita yang dimulai terlebih dahulu untuk menghangatkan suasana, dan benar kawan kawan disini sangat mengagumkan. Setelah selesai menghangatkan suasana, kamipun masuk ke kamar masing masing. Saya sekamar dengan bang Youri, bang Jonas, bang Mangido, kawan SMA saya Gideon dan timmoty.

                Ufuk mulai menghiasi langit pagi ini ketika kami peserta harus berjuang melawan malas ditengah kedinginan. Di kamar kami menyatukan 2 tempat tidur untuk dijadikan tempat kami bersaat teduh bersama. Disitu saya mulai merasakan kehangatan kawan kawan yang luar biasa, ditambah lagi bang Jonas memberikan kami adik adik nya motivasi kala itu. Selesai saat teduh dengan waktu yang sudah mepet kami semua bergegas membersihkan diri, melawan dinginnya pagi agar bisa segera bergabung dengan kawan kawan dijambur. Selesai berbenah diri, saya menunggu kawan kawan yang lain agar kami bisa bersama pergi ke jambur, padahal sudah sangat telat. Kami berjalan kejambur sambil bercengkrama untuk menghangatkan suasana. Dijambur kami mulai kegiatan dengan morning pray sebagai ucapan syukur bisa melanjutkan kegiatan kami hari ini. Setelah selesai morning pray kami menuju ruang makan untuk mengisi perut yang sedari tadi mulai berontak membutuhkan asupan makanan, wajar saja ini daerah dingin, lapar cepat datang. Setelah selesai makan kami lanjut ke sesi berikutnya, sulit sekali rasanya harus berjuang melawan kantuk agar bisa menikmati sesi demi sesi. Saat sesi tea time saya bersama kawan saya wirandy, hingga salah seorang berkata kepada kakak PKK kami kalau kami selalu bersama. Saya pun merasa dan mencoba mengakrabkan diri dengan kawan kawan disana, sulit memang saya rasa mengingat keheningan adalah teman akrab saya. Sesi berlanjut hingga makan siang tiba barulah saya mulai bisa mengakrabkan diri dengan orang orang disana. Setelah selesai makan siang dan selesai sesi selanjutnya kami bergegas kembali ke mess karena waktu yang sudah sangat molor, seperti biasa tradisi orang batak pada umumnya adalah telat, ntah kenapa tradisi ini harus dipertahankan sampai ada acara game yang harus dibatalkan. Selesai berbenah diri di mess kami menuju ruang makan untuk makan malam, dan kembali melanjutkan sesi. Setelah selesai sesi kami masuk ke game dan api unggun. Setiap kelompok diwajibkan membuat yel yel nya masing masing. Yel yel pun bergema di acara api unggun, dan pastinya kami jadi juaranya, mengelilingi api unggun dengan bernyanyi cukup membuat senang, hanya saja sangat disayangkan api unggun yang mungkin masih bisa bertahan 20 menit lagi kami tinggalkan begitu saja untuk masuk ke game selanjutnya. Game selanjutnya diberi nama Raja dan Ratu, game ini ditugaskan untuk menari sesuatu (bukan saya ya) menurut petunjuk yang disediakan oleh panitia. Disini kelompok saya kalah, kami gagal membaca petunjuk dan menemukan mahkotanya. Setelah game yang mengakrabkan selesai kami semua menuju mess untuk jam tidur. Lagi lagi seperti biasanya ketika laki laki berkumpul di jam tidur, kami tidak tidur. Saya masuk kekamar wirandy dan berkenalan dengan seorang alumni yang bekerja di BPJS, saya lupa nama beliau. Setelah selesai bercengkrama saya bergabung dengan diskusi kawan kawan diruang tamu mess, dari politik, ekonomi sampai hukum diperdebatkan disistu, lumayan dapat ilmu pikir saya. Diskusi kami dibubarkan oleh kawan yang dengan nada bercandanya mengatkan mereka merasa terganggu. Kami masuk kekamar masing masing dan beristirahat.


                Ufuk kembali menyerang kemalasan kami untuk segera memulai aktivitas kami pada hari ini. Seperti semalam, kami memulai hari ini dengan saat teduh bersama lalu berbenah diri, bedanya dengan semalam pagi ini terasa jauh lebih dingin. Selesai berbenah kami berkumpul menunggu kawan kawan di teras mess untuk agar kami bisa berangkat bersama dan lagi lagi kami terlambat. Memulai lagi dengan morning pray lalu makan dan memulai ibadah minggu. Selesai ibadah minggu kami kembali ke mess untuk packing semua barang barang. Setelah selesai packing kami mengadakan evaluasi kami makan siang  lalu masuk ke sesi terakhir dari ret ret ini. Usai sesi terakhir ada namanya ROS dimana kita mencari tempat tenang untuk merenung secara pribadi. Disini saya benar benar menemukan tempat yang tepat, tenang sekali. Setelah selesai kami masuk ke acara closing dibarengi pembagian hadiah dari game. Sebelum pulang kami kembali menyicipi makanan yang disediakan oleh pihak pengelola. Diperjalanan pulang kami ditemani oleh derai air hujan dan kemacetan yang cukup panjang, memngingat besok masuk cepat dan badan sudah capek, tidur sepanjang perjalanan adalah pilihan yang saya rasa sangat tepat. Kami sampai di sekret dan pulang kekost kami masing masing.
                Kita terlalu sering menganggap pekerjaan yang kita lakukan hanyalah untuk memenuhi kebutuhan kita sehingga kita lupa untuk meluangkan waktu untuk bersekutu denganNYa, padahal pekerjaan kita itu adalah anugerah. Bertumbuhlah dan melesatlah seperti anak panah yang terfokus pada satu tujuan, karena anak panah ada di tangan Pahlawan.

Salam Literasi!

0 komentar:

Posting Komentar

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com