Apa kabar kawan kawan mengagumkan
Kali ini saya mau menceritakan pengalaman
saya yang saya kira membuang buang waktu. Memang ini sudah lama berlalu, tepat
nya tahun lalu, tapi mati itu wajib, namun dikenang belum tentu, maka dari itu
saya menulis apa yang bisa dibagikan. Ya, membuang buang waktu, padahal
waktu itu adalah anugerah yang semestinya kita gunakan sebaik mungkin sebagai
ucapan syukur kita kepada Pemberinya.
Sabtu, 15 desember 2018 adalah hari yang
sudah l
ama saya rencanakan untuk pulang ke siantar yang kebetulan adik adik
saya dari gudep 131-132 pangkalan SMA RK Bintang Timur sedang melaksanakan
kegiatan perkemahan di lapangan Korem I/BB. Berharap semua berjalan lancar agar
saya sempat datang ke bumi perkemahan untuk menjadi pembicara, tapi sayang
seperti biasanya maba yang masih memiliki jadwal padat dari senior saya pun
harus menunggu sampai kegiatan yang saya kira ospek berkedok latihan natal
tersebut selesai.
Sekitar jam 7 malam akhirnya kegiatan
tersebut selesai dan saya langsung diantarkan oleh seorang kawan ke kos untuk
mengambil barang barang, setelah itu saya diantar oleh seorang kawan ke fly
over jamin ginting. Lama kami mencari angkutan ke siantar tak kunjung ketemu.
Setelah beberapa kali bertanya pada warga dan kernet akhirnya saya menemukan
taksi berplat hitam. RC taksi namanya yang belakangan saya ketahui ternyata RC
taksi adalah milik seorang kawan SMA abang saya. sampai diloket ternyata
pegawai nya bilang baru ada keberangkatan jam 8.30. Akhirnya saya putuskan
untuk menunggu saja karena kawan saya sudah saya suruh pulang diluan. Oiya,
disitu saya sedang mendapat tugas menggambar, ada 5 gambar yang harus saya
selesaikan untuk dikumpulkan pada hari senin. Jam 9.30 pun tiba, dan penumpang
masih 3 orang, untung nya taksi tersebut tepat waktu, tak peduli penumpang
berapa orang mereka akan berangkat pada waktu yang sudah dijanjikan pada kita.
Di mobil yang berisikan 3 penumpang dan 1
supir itu saya pun bercerita dengan sang supir. Ntah apa yang kami ceritakan
tapi itu cukup menghindari rasa ngantuk, 2 wanita dibelakang sudah terlelap
dalam mimpi. 2.5 Jam berlalu di perjalanan, akhirnya kami sampai di
pematangsiantar dalam keadaan baik baik saja. Sang supir langsung saja
mengantar kedua wanita tersebut lalu mengantarkan saya.
Tanggal
sudah hampir berganti angka, saya pun sampai dirumah dan langsung saja
menghubungi adik adik saya yang sedang berkemah di korem untuk memberi kabar
bahwasanya saya sudah sampai dan tidak bias bergabung dengan mereka mengingat
waktu yang tidak memungkinkan lagi, takut pembina marah pikir saya. Setelah
bekabar dengan adik adik disana, saya
pun menyentuh sedikit kertas gambar saya, mumpung belum ngantuk mending
menyicil gambar piker saya.
Keesokan
harinya sepulang gereja ternyata ada rapat pemuda yang wajib untuk saya ikuti
berhubung saya pengurus. Waktu berjalan dan akhirnya pun rapat selesai. Sepupu
saya hanz langsung menjemput saya ke rumah untuk bergegas ke bumi perkemahan di
korem. Sesampainya dikorem ternyata adik adik sudah hampir selesai mensterilkan
area bumi perkemahan, saya pun segera menyapa hangat para pembina dan guru yang
ikut hadir mendampingi adik adik saya tersebut, dan ternyata disana ada salah
seorang mengagumkan, kak sudiman namanya, seorang pebisnis peralatan organisasi
yang belakangan saya tahu adik adik saya banyak meminjam peralatan dari beliau.
Saya pun bergegas membantu kak sudiman merapikan barang barangnya. Setelah
selesai urusan dengan kak sudiman, saya pun menyapa hangat adik adik yang masih
asing wajahnya bagi saya. Beberapa cuek mengira saya bukan lah orang yang
penting untuk ia ketahui, beberapa hangat untuk bertegur sapa. Ya, seperti itu
lah organisasi, ada banyak macam orang yang berbeda cara berpikir didalamnya.
Setelah merasa semua beres saya, hanz, dan kak diman pun pergi memulangkan
peralatan kemah disusul oleh deny. Ternyata kebanyakan peralatan yang dipinjam
adalah milik seorang mengagumkan yang sempat mendidik saya berorganisasi, kak
Trisko namanya, beliau sangat dikenal di pematangsiantar. Tak disangka sudah
sangat lama kami tak bertemu beliau sudah semakin menua. Sebentar kami melepas
rindu dengan berdiskusi hal hal mengagumkan.
Setelah
semua urusan selesai saya, deny, dan hanz pun menyusul untuk bertemu dengan
adik adik di SMA Bintang Timur untuk memberikan pengarahan sedikit, mengingat
mereka sudah sangat capek dan seharusnya mendapat asupan gizi. Selesai memberi
pengarahan, deny dan si kembar keivan keivin pun mengajak saya untuk nongki
sebentar, lalu saya teringat dengan kelima tugas gambar yang harus saya
kerjakan. Ah, tak apa kok sampai jam 6 pikir saya. Saya pun mengiyakan
permintaan mereka. Sesampainya disana kami pun disusul oleh kak diman lalu kami
memberi koreksi koreksi dari perkemahan yang telah selesai tersebut. Dan memang
sangat banyak, itu membuat saya merasa bersalah sebenarnya. Waktu terus
berjalan dengan berbagai diskusi mengagumkan yang kami rasakan dan tidak terasa
jarum jam sudah menunjukkan pukul 8, saya pun pamit undur diri. Kemudian, adik
saya kevin datang, dengan berat hati saya harus pergi dan meminta maaf pada
kevin karena tidak sempat berdiskusi dengannya mengingat saya masih punya 5
gambar yang harus diselesaikan.
Sesampainya
dirumah saya tidak langsung mengerjakan gambar saya, saya malah asik dengan
gawai saya. Melihat jam akirnya pun saya segera mengerjakan gambar saya, untung
ada teman saya ilham yang mengirimkan gambarnya secara detail kepada saya, jadi
saya bisa lebih cepat. Waktu berjalan terus dan menunjukkan sudah jam 3 dan
baru 4 gambar yang dapat saya selesaikan, satunya lagi sulit sekali, dan masih
ada gambar yang ukurannya salah. Karena sudah merasa aneh dan merasa sedang terjadi hal mistis saat
itu, saya pun memutuskan untuk tidur saja dulu, berpikir akan bisa bangun
secepat mungkin.
Pintu
depan dibuka oleh mama, saya pun terbangun karena suaranya, saya lihat jam,
sial sudah jam 6 pikir saya, saya pun bergegas merapikan semua gambar saya dan
mandi. Setelah mandi saya segera sarapan, dan bergegas menyiapkan semua yang
akan dibawa balik ke medan. Padahal jam 9.10 ada masuk kuliah Fisika Dasar,
saya pun mengabari komting mata kuliah untuk berniat TA, si komting mengiyakan.
Saya bergegas berangkat sekitar jam 7.30 dari siantar menuju medan, berharap
dapat mengejar kelas menggambar jam 1 siang. Sesampainya di tebing saya
memutuskan untuk beristirahat sejenak karena merasa ngantuk dan hanya seorang
diri berkendara. Saya pun masuk ke sebuah mini market, awalnya berniat hanya
membeli air mineral tapi saya melihat minuman energy. Berniat membeli tapi
teringat sesuatu, bahwa saya dilarang oleh orang yang saya sukai untuk meminum
minuman seperti itu sepulang ia mengikuti pelatihan di medan dua tahun lalu. Berpikir
sudah sangat ngantuk pasti akan sangat membahayakan pikir saya, yasudalah
sekali saja taka pa, toh dia juga ga bakal tau pikir saya.
Selesai
istirahat saya pun bergegas melajukan sepeda motor saya hingga terhenti dari
lubuk pakam, gila macet parah. Ternyata ada buruh pabrik yang sedang demo
sampai ke POLDASU, sial panjang sekali macetnya. Macet pun terlalui dan saya
segera melaju ke kost, melihat jam sudah menunjukkan jam 12. Sesampai di kost
ternyata teman teman saya wirandy, jody, dan febriando pun masih mengerjakan
gambarnya. Ntah apa yang terjadi saya mengotori gambar teman saya febriando. Dia
pun terpaksa mengulang karena tidak mau mengumpulkan gambar kotor tersebut. Mereka
berangkat tapi saya memilih untuk tinggal di kost istirahat dan menitip gambar,
mengingat nanti wajib mengikuti latihan natal. Beberapa jam kemudian mereka
sampai di kost dan mengatakan bahwa gambar dikumpul minggu depannya, tidak jadi
minggu ini. Sial sekali pikir saya, jadi punya absen.
Ah,
manusia! Seringkali melupakan prioritas dan merusak nilainya sendiri.


0 komentar:
Posting Komentar