Rabu, 13 Maret 2019

Melupakan Prioritas


Apa kabar kawan kawan mengagumkan

Kali ini saya mau menceritakan pengalaman saya yang saya kira membuang buang waktu. Memang ini sudah lama berlalu, tepat nya tahun lalu, tapi mati itu wajib, namun dikenang belum tentu, maka dari itu saya menulis apa yang  bisa dibagikan. Ya, membuang buang waktu, padahal waktu itu adalah anugerah yang semestinya kita gunakan sebaik mungkin sebagai ucapan syukur kita kepada Pemberinya.

Sabtu, 15 desember 2018 adalah hari yang sudah l
ama saya rencanakan untuk pulang ke siantar yang kebetulan adik adik saya dari gudep 131-132 pangkalan SMA RK Bintang Timur sedang melaksanakan kegiatan perkemahan di lapangan Korem I/BB. Berharap semua berjalan lancar agar saya sempat datang ke bumi perkemahan untuk menjadi pembicara, tapi sayang seperti biasanya maba yang masih memiliki jadwal padat dari senior saya pun harus menunggu sampai kegiatan yang saya kira ospek berkedok latihan natal tersebut selesai.

Sekitar jam 7 malam akhirnya kegiatan tersebut selesai dan saya langsung diantarkan oleh seorang kawan ke kos untuk mengambil barang barang, setelah itu saya diantar oleh seorang kawan ke fly over jamin ginting. Lama kami mencari angkutan ke siantar tak kunjung ketemu. Setelah beberapa kali bertanya pada warga dan kernet akhirnya saya menemukan taksi berplat hitam. RC taksi namanya yang belakangan saya ketahui ternyata RC taksi adalah milik seorang kawan SMA abang saya. sampai diloket ternyata pegawai nya bilang baru ada keberangkatan jam 8.30. Akhirnya saya putuskan untuk menunggu saja karena kawan saya sudah saya suruh pulang diluan. Oiya, disitu saya sedang mendapat tugas menggambar, ada 5 gambar yang harus saya selesaikan untuk dikumpulkan pada hari senin. Jam 9.30 pun tiba, dan penumpang masih 3 orang, untung nya taksi tersebut tepat waktu, tak peduli penumpang berapa orang mereka akan berangkat pada waktu yang sudah dijanjikan pada kita.

Di mobil yang berisikan 3 penumpang dan 1 supir itu saya pun bercerita dengan sang supir. Ntah apa yang kami ceritakan tapi itu cukup menghindari rasa ngantuk, 2 wanita dibelakang sudah terlelap dalam mimpi. 2.5 Jam berlalu di perjalanan, akhirnya kami sampai di pematangsiantar dalam keadaan baik baik saja. Sang supir langsung saja mengantar kedua wanita tersebut lalu mengantarkan saya.

          Tanggal sudah hampir berganti angka, saya pun sampai dirumah dan langsung saja menghubungi adik adik saya yang sedang berkemah di korem untuk memberi kabar bahwasanya saya sudah sampai dan tidak bias bergabung dengan mereka mengingat waktu yang tidak memungkinkan lagi, takut pembina marah pikir saya. Setelah bekabar dengan adik  adik disana, saya pun menyentuh sedikit kertas gambar saya, mumpung belum ngantuk mending menyicil gambar piker saya.
          Keesokan harinya sepulang gereja ternyata ada rapat pemuda yang wajib untuk saya ikuti berhubung saya pengurus. Waktu berjalan dan akhirnya pun rapat selesai. Sepupu saya hanz langsung menjemput saya ke rumah untuk bergegas ke bumi perkemahan di korem. Sesampainya dikorem ternyata adik adik sudah hampir selesai mensterilkan area bumi perkemahan, saya pun segera menyapa hangat para pembina dan guru yang ikut hadir mendampingi adik adik saya tersebut, dan ternyata disana ada salah seorang mengagumkan, kak sudiman namanya, seorang pebisnis peralatan organisasi yang belakangan saya tahu adik adik saya banyak meminjam peralatan dari beliau. Saya pun bergegas membantu kak sudiman merapikan barang barangnya. Setelah selesai urusan dengan kak sudiman, saya pun menyapa hangat adik adik yang masih asing wajahnya bagi saya. Beberapa cuek mengira saya bukan lah orang yang penting untuk ia ketahui, beberapa hangat untuk bertegur sapa. Ya, seperti itu lah organisasi, ada banyak macam orang yang berbeda cara berpikir didalamnya. Setelah merasa semua beres saya, hanz, dan kak diman pun pergi memulangkan peralatan kemah disusul oleh deny. Ternyata kebanyakan peralatan yang dipinjam adalah milik seorang mengagumkan yang sempat mendidik saya berorganisasi, kak Trisko namanya, beliau sangat dikenal di pematangsiantar. Tak disangka sudah sangat lama kami tak bertemu beliau sudah semakin menua. Sebentar kami melepas rindu dengan berdiskusi hal hal mengagumkan.

          Setelah semua urusan selesai saya, deny, dan hanz pun menyusul untuk bertemu dengan adik adik di SMA Bintang Timur untuk memberikan pengarahan sedikit, mengingat mereka sudah sangat capek dan seharusnya mendapat asupan gizi. Selesai memberi pengarahan, deny dan si kembar keivan keivin pun mengajak saya untuk nongki sebentar, lalu saya teringat dengan kelima tugas gambar yang harus saya kerjakan. Ah, tak apa kok sampai jam 6 pikir saya. Saya pun mengiyakan permintaan mereka. Sesampainya disana kami pun disusul oleh kak diman lalu kami memberi koreksi koreksi dari perkemahan yang telah selesai tersebut. Dan memang sangat banyak, itu membuat saya merasa bersalah sebenarnya. Waktu terus berjalan dengan berbagai diskusi mengagumkan yang kami rasakan dan tidak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 8, saya pun pamit undur diri. Kemudian, adik saya kevin datang, dengan berat hati saya harus pergi dan meminta maaf pada kevin karena tidak sempat berdiskusi dengannya mengingat saya masih punya 5 gambar yang harus diselesaikan.

          Sesampainya dirumah saya tidak langsung mengerjakan gambar saya, saya malah asik dengan gawai saya. Melihat jam akirnya pun saya segera mengerjakan gambar saya, untung ada teman saya ilham yang mengirimkan gambarnya secara detail kepada saya, jadi saya bisa lebih cepat. Waktu berjalan terus dan menunjukkan sudah jam 3 dan baru 4 gambar yang dapat saya selesaikan, satunya lagi sulit sekali, dan masih ada gambar yang ukurannya salah. Karena sudah merasa aneh  dan merasa sedang terjadi hal mistis saat itu, saya pun memutuskan untuk tidur saja dulu, berpikir akan bisa bangun secepat mungkin.

          Pintu depan dibuka oleh mama, saya pun terbangun karena suaranya, saya lihat jam, sial sudah jam 6 pikir saya, saya pun bergegas merapikan semua gambar saya dan mandi. Setelah mandi saya segera sarapan, dan bergegas menyiapkan semua yang akan dibawa balik ke medan. Padahal jam 9.10 ada masuk kuliah Fisika Dasar, saya pun mengabari komting mata kuliah untuk berniat TA, si komting mengiyakan. Saya bergegas berangkat sekitar jam 7.30 dari siantar menuju medan, berharap dapat mengejar kelas menggambar jam 1 siang. Sesampainya di tebing saya memutuskan untuk beristirahat sejenak karena merasa ngantuk dan hanya seorang diri berkendara. Saya pun masuk ke sebuah mini market, awalnya berniat hanya membeli air mineral tapi saya melihat minuman energy. Berniat membeli tapi teringat sesuatu, bahwa saya dilarang oleh orang yang saya sukai untuk meminum minuman seperti itu sepulang ia mengikuti pelatihan di medan dua tahun lalu. Berpikir sudah sangat ngantuk pasti akan sangat membahayakan pikir saya, yasudalah sekali saja taka pa, toh dia juga ga bakal tau pikir saya.

          Selesai istirahat saya pun bergegas melajukan sepeda motor saya hingga terhenti dari lubuk pakam, gila macet parah. Ternyata ada buruh pabrik yang sedang demo sampai ke POLDASU, sial panjang sekali macetnya. Macet pun terlalui dan saya segera melaju ke kost, melihat jam sudah menunjukkan jam 12. Sesampai di kost ternyata teman teman saya wirandy, jody, dan febriando pun masih mengerjakan gambarnya. Ntah apa yang terjadi saya mengotori gambar teman saya febriando. Dia pun terpaksa mengulang karena tidak mau mengumpulkan gambar kotor tersebut. Mereka berangkat tapi saya memilih untuk tinggal di kost istirahat dan menitip gambar, mengingat nanti wajib mengikuti latihan natal. Beberapa jam kemudian mereka sampai di kost dan mengatakan bahwa gambar dikumpul minggu depannya, tidak jadi minggu ini. Sial sekali pikir saya, jadi punya absen.


          Ah, manusia! Seringkali melupakan prioritas dan merusak nilainya sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com