Halo!
perhatian: tulisan ini dibuat dengan kesadaran
yang tidak sadar
Perkenalkan,
nama saya Raja Sogovan Damanik. Kata mendiang1
bapak Raja Sogovan itu berarti
Pemimpin yang sedang singgah, dimana Raja
berarti pemimpin dan Sogovan berasal dari bahasa simalungun “sogop” yang
memiliki arti singgah atau jika ibarat kan seekor burung yang sedang bertengger
atau hinggap di suatu tempat. Menurut pengakuan mendiang bapak nama itu didapat
saat orang tua saya sedang beribadah di gereja, saat itu ada burung gereja
sedang hinggap di tingkap atap gereja. Setelah mendapatkan nama tersebut maka
saya pun dibaptis beberapa minggu kemudian oleh Pdt. R. J. Saragih.
Lahir
sebagai anak ke-2 dari 3 bersaudara, dimana umur saya dengan abang saya
memiliki jarak yang cukup jauh 8 tahun. Ya mungkin dari situ saya juga bisa
ambil kesimpulan kalau nama saya didapat dari jauhnya jarak umur kami dimana
saya singgah dulu ntah kemana baru hadir menghirup udara dunia ini. Sedangkan
dengan adik saya, kami hanya beda 2 tahun. Abang saya bernama Chrisgo Vande
Damanik, kata orang kami ga mirip, tapi saya rasa… ga mirip juga sih dan adik
saya Eine Zeta Damanik. Kalau di perhatikan nama kami 3 memiliki arti yang
berkesinambungan menurut keluarga saya. “Ei neh, lihat lah Kristus Raja telah
pergi ke dunia untuk singgah menanggung dosa umat manusia”. Kira kira begitu
artinya dan menurut kela2
saya pun mendiang bapak ngakunya seperti itu.
Bapak
telah berpulang pada tanggal 10 Mei 2016, dan yang paling menydihkan adalah
kata kata terakhirnya hanya “selamat ulang tahun pa” untuk saya. Mungkin hal
itu yang membuat saya tidak terlalu peduli dengan ulang tahun dan memilih tidak
begadang untuk menantinya. Waduh, jadi cerita sedih. Mama saya adalah seorang
pegawai teknis gereja di Kantor Pusat GKPS yang kebetulan juga Sekretaris Umum
Seksi Wanita Pusat GKPS yang akan berakhir jabatannya tahun depan.
Mengawali Pendidikan dari TK Negeri Ladang, TK RK St. Lusia, SD Negeri Percontohan, SD RK CR 3, SMP sw. RK Bintang Timur PS, SMA Plus Efarina, SMAK Kalam Kudus PS hingga saat
ini saya berkuliah di Jurusan Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara,
seram katanya. Tapi ngga kok, kehidupan kami sama saja dengan jurusan lainnya,
hanya memang aura bangunan nya seram, gak tahu juga kenapa. Padahal ketua
jurusan udah melakukan beberapa renovasi bangunan, tapi tetap aja auranya
seram.
Saya
rasa saya senang berorganisasi, terbukti dari cukup banyaknya organisasi yang saya
ikuti sejak SMP. Beberapa kali berkesempatan memimpin di organisasi, beberapa
kali juga gagal memimpinnya. Ya, saya pikir namanya juga sedang berproses. Harapannya
sih terus menerus ditempah ya minimal untuk sekarang ini bisa jadi pemimpin untuk
diri sendiri lah…
Saya
senang membaca, tapi saya bukan orang yang punya target membaca, bisa dibilang
mood mempengaruhi. Cuma senang aja bisa ngelihat ada buku yang siap dibaca
kapan aja di sekeliling saya. Punya cita cita juga punya perpustakaan di
jalanan yang bisa dibuka kapan aja saya mau, konon katanya bisa membantu
meningkatkan minat baca disekeliling kita. Saya juga senang menulis, tapi saya
bukan penulis. Sama halnya dengan membaca, saya menulis ketika mood
menghampiri, yaaa belum punya disiplin menulis lah. Traveling pun saya senangi
tapi saya bukan traveller, sekedar suka dan saya kira berkegiatan di
alam bisa menunjang kewarasan berpikir saya.
Ini saya, rakyat biasa yang punya
cita untuk bangsa, salam kenal!
Salam Literasi!
Lestari!
1almarhum
2suami dari adik
perempuan bapak









0 komentar:
Posting Komentar