Rabu, 02 Oktober 2019

RAJA SINGGAH


Halo!
perhatian: tulisan ini dibuat dengan kesadaran yang tidak sadar


                Perkenalkan, nama saya Raja Sogovan Damanik. Kata mendiang1 bapak Raja Sogovan itu berarti
Pemimpin yang sedang singgah, dimana Raja berarti pemimpin dan Sogovan berasal dari bahasa simalungun “sogop” yang memiliki arti singgah atau jika ibarat kan seekor burung yang sedang bertengger atau hinggap di suatu tempat. Menurut pengakuan mendiang bapak nama itu didapat saat orang tua saya sedang beribadah di gereja, saat itu ada burung gereja sedang hinggap di tingkap atap gereja. Setelah mendapatkan nama tersebut maka saya pun dibaptis beberapa minggu kemudian oleh Pdt. R. J. Saragih.


                Lahir sebagai anak ke-2 dari 3 bersaudara, dimana umur saya dengan abang saya memiliki jarak yang cukup jauh 8 tahun. Ya mungkin dari situ saya juga bisa ambil kesimpulan kalau nama saya didapat dari jauhnya jarak umur kami dimana saya singgah dulu ntah kemana baru hadir menghirup udara dunia ini. Sedangkan dengan adik saya, kami hanya beda 2 tahun. Abang saya bernama Chrisgo Vande Damanik, kata orang kami ga mirip, tapi saya rasa… ga mirip juga sih dan adik saya Eine Zeta Damanik. Kalau di perhatikan nama kami 3 memiliki arti yang berkesinambungan menurut keluarga saya. “Ei neh, lihat lah Kristus Raja telah pergi ke dunia untuk singgah menanggung dosa umat manusia”. Kira kira begitu artinya dan menurut kela2 saya pun mendiang bapak ngakunya seperti itu.
                Bapak telah berpulang pada tanggal 10 Mei 2016, dan yang paling menydihkan adalah kata kata terakhirnya hanya “selamat ulang tahun pa” untuk saya. Mungkin hal itu yang membuat saya tidak terlalu peduli dengan ulang tahun dan memilih tidak begadang untuk menantinya. Waduh, jadi cerita sedih. Mama saya adalah seorang pegawai teknis gereja di Kantor Pusat GKPS yang kebetulan juga Sekretaris Umum Seksi Wanita Pusat GKPS yang akan berakhir jabatannya tahun depan.

                Mengawali Pendidikan dari TK Negeri Ladang, TK RK St. Lusia, SD Negeri Percontohan, SD RK CR 3, SMP sw. RK Bintang Timur PS, SMA Plus Efarina, SMAK Kalam Kudus PS hingga saat ini saya berkuliah di Jurusan Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara, seram katanya. Tapi ngga kok, kehidupan kami sama saja dengan jurusan lainnya, hanya memang aura bangunan nya seram, gak tahu juga kenapa. Padahal ketua jurusan udah melakukan beberapa renovasi bangunan, tapi tetap aja auranya seram.










                Saya rasa saya senang berorganisasi, terbukti dari cukup banyaknya organisasi yang saya ikuti sejak SMP. Beberapa kali berkesempatan memimpin di organisasi, beberapa kali juga gagal memimpinnya. Ya, saya pikir namanya juga sedang berproses. Harapannya sih terus menerus ditempah ya minimal untuk sekarang ini bisa jadi pemimpin untuk diri sendiri lah…

                Saya senang membaca, tapi saya bukan orang yang punya target membaca, bisa dibilang mood mempengaruhi. Cuma senang aja bisa ngelihat ada buku yang siap dibaca kapan aja di sekeliling saya. Punya cita cita juga punya perpustakaan di jalanan yang bisa dibuka kapan aja saya mau, konon katanya bisa membantu meningkatkan minat baca disekeliling kita. Saya juga senang menulis, tapi saya bukan penulis. Sama halnya dengan membaca, saya menulis ketika mood menghampiri, yaaa belum punya disiplin menulis lah. Traveling pun saya senangi tapi saya bukan traveller, sekedar suka dan saya kira berkegiatan di alam bisa menunjang kewarasan berpikir saya.


Ini saya, rakyat biasa yang punya cita untuk bangsa, salam kenal!
Salam Literasi!
Lestari!






1almarhum
2suami dari adik perempuan bapak

0 komentar:

Posting Komentar

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com